please host the pic on ur own

Musim hujan sering kali membuat kulit 'bertingkah' dan tidak konsisten. Tiba-tiba menjadi amat berminyak, tiba-tiba kering dan dehidrasi. Karena itu, selama musim hujan, diperlukan trik agar kulit selalu tampak segar dan cantik.
Meski debu berkurang selama musim hujan, kulit tetap harus dibersihkan secara teratur dengan pembersih.
2. Toning
Penyegar merupakan keharusan, terutama di malam hari. Musim hujan merupakan saat berbiaknya mikroba, baik di udara, maupun di air. Jadi, pakai toner atau penyegar yang mengandung antibakteri untuk mencegah infeksi pada kulit. Untuk kulit kering, gunakan penyegar yang mild karena pori-pori kulit kecil.
3. Pelembab
Memakai pelembab saat musim hujan sama pentingnya seperti saat musim kemarau. Pasalnya, musim hujan pun bisa memberikan efek kehilangan kelembaban pada kulit kering dan dehidrasi berlebihan pada kulit berminyak. Kulit yang basah-kering berulang kali akan mengalami dehidrasi berlebih. Gejalanya jika kulit sering terasa gatal. Gunakan pelembab yang berbahan dasar bukan air. Namun, jika kulit tidak terkena hujan, gunakan pelembab yang berbasis air.
`cookie stolen @ 06.02
Artikel berikut pernah dimuat di harian “Media Indonesia” kamis 30 Nopember 2006; dan “Majalah Trust”, No.8 Tahun V, 11-17 Desember 2006, hal 19)
Tanpa disadari sepuluh tahun telah berlalu sejak perekonomian Indonesia yang tadinya dilanda krisis multi dimensional mengalami proses perubahannya menuju era reformasi guna mewujudkan cita-cita dalam mensejahterakan kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia.
Proses inipun sekarang masih berlangsung dan menuntut pada para pelaku ekonomi dan pelaku politik untuk segera memperbaiki komitmen serta kinerjanya dalam merealisasikan cita-cita tersebut.
Pembelajaran Dari Sukses Masa Lalu.
Marilah kita lihat sekilas prestasi masa lalu yang merupakan pembelajaran berharga dalam melaksanakan tata kelola perekonomian bangsa. Masih ingat dibenak kita, perekonomian kita pernah mengalami masa-masa jayanya dengan laju pertumbuhan ekonomian rata-rata sekitar 7,5 persen.
Pertumbuhan yang relatif tinggi ini didukung oleh berbagai faktor, meliputi antara lain:
(a) dukungan kebijakan deregulasi perdagangan dan investasi,
(b) iklim usaha yang kondusif untuk mempercepat laju kenaikkan investasi dan juga
(c) adanya kepercayaan dunia internasional pada para pelaku ekonomi domestik dalam melakukan berbagai bentuk kerjasama usaha patungan.
Pada saat itu perhitungan serta kalkulasi proyek-proyek investasi baru dapat dengan mudah dilakukan karena memang terdapat kepastian berusaha yang tinggi dan tingkat resiko kegagalan dalam berusaha yang rendah. Resiko berusaha yang rendah ini didukung oleh iklim politik yang stabil. Keamanan dalam perjalanan barang pasokan dan bahan mentah untuk kegiatan industri dan proses logistik dari produk dan barang jadi perusahaan dapat terkirim dengan mudah dan murah ditangan konsumen.
Demikian juga sistem perijinan investasi masih ditangani secara sentralistis sehingga sekaligus mengurangi rantai birokrasi yang berlebihan. Tuntutan partai politik dan lembaga swadaya masyarakatpun masih dalam koridor yang tidak banyak mengganggu jalannya proses berbisnis.
Kondisi iklim berusaha dan resiko investasi yang positif ternyata kemudian membuah kan hasilnya. Perusahaan-perusahaan domestik tanpa ragu-ragu dapat melakukan ekspansi usahanya disegala lini produksi. Minat untuk melakukan investasi secara langsung pada sektor riil yang dilakukan oleh masyarakat bisnis dan industri rumahtangga meningkat tajam baik di sektor pertanian, perikanan, pertambangan, konstruksi, industri pengolahan, industri berat, jasa keuangan dan perbankan, serta pada sektor-sektor jasa lainnya.
Minat investasi yang paling menonjol dan menunjukkan peningkatannya adalah investasi langsung dalam rangka mendapatkan fasilitas penanaman modal asing (FDI). Kehadiran FDI telah memberikan kontribusi yang besar dalam mendorong kinerja laju pertumbuhan ekonomi Indonesia, mendorong timbulnya industri pasokan bahan baku lokal, proses alih teknologi dan manajemen, serta manfaat bagi investor lokal. Manfaat yang paling menonjol adalah berkembang nya kolaborasi yang saling menguntungkan dan terjalin antar investor asing dengan kalangan pebisnis lokal. Disini kita melihat bagaimana bisnis dan industri komponen berkembang dengan pesat, termasuk berbagai kegiatan usaha yang berorientasikan ekspor.
Perkembangan investasi langsung yang dahsyad tersebut kemudian memberikan berbagai manfaat dan dampak positif untuk perkembangan ekonomi nasional dan lokal. Devisa negara kita mengalami peningkatan yang cukup berarti sehingga negara kita dapat memiliki cadangan pendanaan untuk keperluan berjaga-jaga dalam kondisi yang kurang baik. Lapangan kerja secara nasionalpun dapat diberikan pada jumlah yang tinggi, dimana dengan satu persen laju pertumbuhan dalam perekonomian nasional dapat secara langsung memberikan tambahan lapangan kerja antara 700 ribu sampai dengan 800 ribu pekerja.
Jarang kita mendengar keluhan dari para calon pekerja di daerah perkotaan yang sulit mendapatkan lapangan kerja. Tingkat pengangguran dapat ditekan seminimal mungkin. Lapangan kerja yang diberikan oleh kehadiran perusahaan asing dan domestik berorientasi kan ekspor secara bersamaan telah dirasakan manfaatnya oleh kalangan pekerja kerah putih, para lulusan program pasca sarjana maupun para lulusan dari program pendidikan sarjana di tanah air. Ditempat lokasi kerja perusahaan asing putra-putra bangsa mendapatkan pengalaman yang sangat luas dalam bidangnya masing-masing, dengan pengenalan pada wawasan manajemen modern dan pengenalan terhadap kehadiran pasar global. Beberapa diantara karyawan tersebut kemudian beralih status menjadi entrepeneur-entrepreneur muda yang telah membesarkan perkembangan usaha-usaha ekonomi berskala menegah dan kecil.
Perkembangan investasi pengusaha domestik dan asing tadi masih memberikan berbagai kontribusi positif untuk peningkatan sumber-sumber pajak perusahaan dan perseorangan yang berguna dalam pembangunan daerah pada tingkat satu dan tingkat dua. Perkembangan ekonomi lokal disekitar lokasi tempat usaha perusahaan-perusahaan yang menanamkan investasinya menunjukkan kecenderungan mendapatkan pengaruh dampak langsung dari kehadiran mereka. Penyelenggaran fasilitas umum dan sosial dapat ditingkatkan sekaligus bertambahnya tingkat konsumsi lokal terhadap kebutuhan pokok dan kebutuhan sehari-hari.
Tantangan
Rekaman peristiwa dan kasus-kasus diatas terjadi beberapa puluh tahun sebelum krisis perekonomian terjadi. Setelah krisis multidimesional melanda negeri kita kondisi dan perkembangan yang diutarakan tersebut mengalami kemunduran. Proses perubahan tatanan sosial dan ekonomi pada era reformasi menimbulkan tantangan sekaligus harapan-harapan.Kita dihadapkan pada kenyataan pahit bagaimana mesin pertumbuhan perekonomian nasional yang berbasiskan perluasan kapasitas terpasang industri ternyata belum mampu untuk tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.
Banyak perusahaan-perusahaan domestik yang menggurita sebagai perusahaan konglomerasi mengalami kemundurannya,dan bahkan sebagian gugur dimedan laga terkena imbas negatif krisis ekonomi.
Kekurang hati-hatian dalam mengelola perusahaan dalam kondisi lingkungan eksternal perusahaan yang berubah cepat (turbulent change) merupakan salah satu faktor utama dari kegagalan tersebut. Praktek bisnis yang tercela dan kasus-kasus kecurangan dalam politik berbisnis yang berbau korupsi, kolusi dan nepotisme mengakibatkan perusahaan-perusahaan tersebut sangat rentan menghadapi badai krisis dan lingkungan yang bergejolak. Kecerobohan dan praktek-pratek tidak terpuji ini membawa implikasi pada peningkatan biaya rente dan pemborosan finansial yang berlebihan.
Akibatnya perusahaan-perusahaan tersebut tidak lagi memliki daya saing dalam percaturan untuk memperebutkan pangsa pasar produk-produk Indonesia di perekonomian internasional. Posisi daya saing sebagian produk ekspor Indonesia terpaksa terkerek jatuh pada tingkat terbawah dalam ranking daya saing internasional. Kita terpaksa mengakui keunggulan daya saing dari negara-negara pengekspor produk-produk serupa seperti China, Malaysia, India, Vietnam, dan Korea Selatan yang dapat bertahan dan bahkan meraih dan memperluas pangsa pasar ekspor mereka. Pengusaha-pengusaha pribumi di negara tetangga tersebut dapat meraih keunggulan karena mereka telah melakukan praktek berbisnis secara lebih baik dari apa yang telah diperbuat oleh pengusaha-pengusaha domestik kita. Tidaklah heran jika pada saat ini mereka tetap berjaya.
Melihat lebih lanjut pada pengalaman negara lain dalam mempersiapkan datangnya gelombang globalisasi kita terpaksa harus belajar banyak.Sebagai contoh dapat kita lihat dengan pengalaman negara China. China memiliki jumlah penduduk yang tinggi di dunia, melebihi jumlah penduduk diIndonesia. Negara ini sama-sama memperoleh kemerdekaan nya tidak jauh berbeda dengan Indonesia. Chinapun sedang dalam proses melakukan transformasi di bidang sosial-ekonominya sejak dicanangkannya revolusi kebudayaan beberapa puluh tahun yang lalu.
Perubahan terpenting yang dilakukan oleh pemerintah dan kalangan pebisnis di negara tersebut tidaklah tangung-tanggung. Segera setelah reformasi pembangunan menggelinding, pemerintah pusat menetapkan beberapa kawasan utama sebagai tempat lokasi bermukimnya perusahaan-perusahaan asing yang menjadi sasaran pembangunan. Pemerintah dan kalangan pebisnis di China sangat menyadari arti dan peran kehadiran FDI dalam mendukung proses transformasi ekonomi mereka.
Desentralisasi kewenangan dalam perijinan usaha dan investasi diberikan dengan penuh pada pengelolaan kawasan tersebut. Melalui strategi ini pemerintah China telah melakukan proses otonomi daerah secara tidak langsung. Hanya model yang mereka tempuh lebih terkelola dengan baik, dengan dapat diminimalisirnya kemungkinan hambatan birokrasi dan instabilitas politik. Para pengambil kebijakan pada tingkat pusat dan daerah menyadari sepenuhnya bahwa yang memerlukan kehadiran FDI adalah China dan bukan kondisi sebaliknya.
Kebijakan lainnya yang mendukung program peningkatan investasi di negara China adalah pengiriman para karyawan pabrik ke negara industri untuk mempelajari proses produksi produk-produk berbasiskan teknologi maju dan ketrampilan dalam bidang riset dan rekayasa industri. Pemerintah menyadari pentingnya negara penerima FDI untuk menyiapkan tenaga trampil siap pakai saat mereka akan mengundang calon investor asing tersebut berketetapan akan memulai merealisasikan rencana-rencana investasi, pemerintah pusat menunjuk dan memberikan kewenangan penuh pada beberapa pihak tertentu untuk memproses perijinan dalam satu atap. Dengan demikian birokrasi yang tidak diperlukan dapat dihilangkan.
Orientasi kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang “pro” kepada kehadiran investasi di kawasan industri dan lokasi-lokasi usaha tertentu kemudian ternyata membuahkan hasilnya. Tanpa diduga arus masuk modal asing, kredit investasi dan FDI ke wilayah-wilayah tersebut meningkat dengan tajamnya. Hiruk pikuk dan peningkatan pembangunan proyek-proyek investasi dalam segala jenis kegiatan dan besaran skala usaha mewarnai perekonomian nasional dan perekonomian lokal. Tingkat penggangguran dapat ditekan dan terjadilah lonjakan tajam dan percepatan laju pertumbuhan ekonomi maupun tingkat pendapatan rumah tangga.
Tantangan lainnya yang dihadapi oleh para pelaku bisnis dan calon investor di negeri kita adalah bagaimana pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat dapat memberikan iklim yang kondusif untuk terselengaranya investasi. Pada tingkatan pemerintah pusat, masalah yang dihadapi adalah masih belum terlihatnya yang jelas dalam strategi pengembangan industrialisasi. Strategi yang demikian sangat diperlukan sehingga birokrasi pada pemerintah daerah propinsi dan pemerintah daerah kabupaten, dapat menyatu-padukan dan melakukan koordinasi atas rancangan-rancangan pengembangan investasinya di daerah untuk dapat mendukung tercapainya target-target dari strategi industrialisasi nasional tersebut.
Pemerintah daerah juga dituntut untuk dapat memelihara iklim usaha yang baik dan tidak memberatkan dunia usaha dan para calon investor di kawasannya masing-masing. Akhirnya bagi masyarakat, pada era demokratisasi saat ini yang sedang marak akhir-akhir ini dengan berbagai tuntutan-tuntutan yang berlebihan janganlah mengorbankan iklim usaha yang telah terbina. Pengusaha dan calon investor di manapun menuntut kenyamanan, keamanan dan kepastian berusaha dari proses penanaman modalnya di daerah. Kemajuan dan peningkatan volume produksi dari kegiatan-kegiatan investasi yang diunggulkan sudah pasti lambat laun akan memberikan efek pengganda pada perekonomian lokal dan pendapatan rumah tangga masyarakat disekitarnya.
Masih banyak lagi tantangan-tantangan lainnya untuk disebutkan satu persatu disini. Yang jelas baik kalangan pebisnis sendiri maupun para pelaku-pelaku ekonomi dan administrasi pemerintahan perlu melakukan perubahan-perubahan cara pandang, penerapan tata kelola perusahaan dan tata kelola administrasi pemerintahan yang saling mendukung demi terciptanya percepatan investasi di masing-masing daerah dan lokalitas.
Momentum percepatan investasi seperti yang terjadi di China perlu dipelajari dan ditiru, sehingga pada akhirnya dapat tercipta lapangan kerja yang lebih banyak dan manfaat untuk masyarakat yang lebih luas.
Mempersiapkan Masa Depan
Kondisi kehidupan perekonomian dan tatanan masyarakat yang adil dan sejahtera merupakan harapan yang banyak ditunggu oleh putra-putri Indonesia dalam menyongsong masa depannya. Harapan yang mereka sangat tunggu adalah kapankah lapangan kerja di sekitar mereka dapat tersedia dengan cukup dan memadai. Mereka telah melihat sendiri dan turut serta dalam menggulirkan berbagai reformasi, tentunya dengan harapan pada suatu saat akan dapat mewujudkan cita-cita tersebut.
Lapangan kerja yang memadai dan penerapan sistem balas jasa di perusahaan secara berkecukupan dapat terselenggara apabila proses investasi secara langsung dapat bergulir seperti sediakala. Bahkan untuk mengejar keterlambatan dalam memacu mesin perekonomian kita, ternyata masih diperlukan lagi lonjakan jumlah investasi yang besar dan dahsyad. Kondisi perekonomian di negara kita yang berangsur baik dalam beberapa tahun terakhir masih perlu didorong lebih lanjut dengan memacu kehadiran dan tambahan investasi yang berasal dari masyarakat, investasi PMDN maupun investasi PMA.
Orientasi pada pembangunan ekonomi nasional dan lokal perlu dibuat agar lebih mendekatkan pada kepentingan kehadiran calon-calon investor di berbagai pelosok tanah air. Demikian juga perusahaan-perusahaan yang sudah ada harus dijaga eksistensinya, agar mereka tetap betah dan dapat menjalankan kegiatan usahanya di lokasi-lokasi tersebut. Tekanan-tekanan yang menuntut keadilan dan perbaikan kesejahteraan karyawan perlu dilakukan dengan sopan, senantiasa mencari solusi-solusi kompromi demi kepentingan kelangsungan hidup usaha. Janganlah tujuan-tujuan politik dan kepentingan dari segelintir kelompok dicampur-adukkan dalam proses pemberian perijinan investasi dan usaha dengan memperpanjang jalur birokrasi.
Proses otonomi daerahpun perlu dilakukan dengan bijak tanpa membebani kepentingan dunia usaha secara berkelebihan. Proses pencarian dan penetapan sumber-sumber keuangan pemerintahan daerah hendaknya dapat dilakukan dengan memperhatikan keberlangsungan dan eksistensi perusahaan-perusahaan yang telah bermukim lama di daerah.
Budaya melayani kepentingan calon investor baru perlu ditanamkan diseluruh jajaran aparat birokrasi pemerintahan. Dalam hal ini perlu dimengerti bahwa wilayah atau kawasan tempat berusaha tidak lagi dapat ditawarkan dan dipromosikan dengan mudah. Masih ada ratusan alternatif tempat usaha di berbagai lokalitas di penjuru dunia yang memiliki aksesibilitas ke pasar global. Tidak ada cara yang lebih baik apabila birokrat pemerintahan memberikan pelayanan yang terbaik, memangkas birokrasi, mengurangi beban-beban usaha yang berlebihan, menciptakan iklim investasi dan usaha serta mempersiapkan putra-putri di daerah untuk dapat berpartisipasi dalam proses kegiatan investasi. Dengan cara demikian maka kita telah memberikan warisan terbaik baik putra-putri bangsa, antara lain melalui penciptaan lapangan kerja yang lebih baik, lebih luas. (copyright@aditiawan chandra).
`cookie stolen @ 03.52
JAKARTA, MINGGU - Sengketa Pilkada Jatim akan diputuskan dalam waktu dekat. Ketua MK dalam konferensi pers di Gedung MK, Jakarta, Minggu (23/11) mengatakan proses penanganan sengketa telah rampung 90 persen.
"Sudah mau vonis, mungkin sekitar satu kali sidang lagi untuk konfirmasi beberapa masalah, lalu vonis. Karena bukti-bukti sudah cukup untuk mengambil keputusan," jelas Mahfud. Sidang lanjutan akan digelar pada Selasa (25/11).
Dalam proses pemeriksaan, ia juga minta pihak daerah agar tetap tenang. Begitu juga para saksi yang merasa khawatir tentang keselamatan jiwanya, dia mengharapkan tidak terlalu berpikiran begitu. Ia menekankan himbauan MK untuk melindungi saksi dan menghormati apapun putusan MK pada sidang putusan nanti tak lain untuk menghindari munculnya kekerasan di daerah-daerah sebagai implikasi kasus ini.
Online
Selain itu, MK juga akan melaporkan keputusan sidang secara transparan begitu palu diketuk untuk mrenghindari kemungkinan sengekat berlanjut. Mahfud menegaskan, tidak ada nego dalam setiap kasus yang ditangani lembaganya termasuk sengketa Pilkada.
"Kami akan selalu terbuka, karena hasil putusan tersebut terbuka dan bisa diakses masyarakat dan tidak perlu menunggu berbulan-bulan, sehingga tidak bisa lagi dinegosiasikan," tambah Mahfud. Satu hal lagi, lanjut Mahfud, keputusan setiap kasus paling lama 10 menit sudah bisa diakses online melalui website MK.
Mahfud juga menyatakan, setelah palu vonis diketuk dan hasilnya telah dipublikasikan berarti itu telah jadi milik publik. "Semuanya berlangsung terbuka dan transparan," tandasnya lagi.
Ini perlu dikemukakan agar ada rasa tenang kepada setiap daerah yang menghadapi sengketa Pilkada, termasuk Jawa Timur, dalam rangka menentukan siapa pemenang Pilkada Gubernur putaran ke-2 antara pasangan Kaji versus Karsa. Dalam Pilkada Jatim putaran II itu, lima lembaga survei dalam metode penghitungan cepat (quick count) menyatakan pasangan Kaji menang. Namun hasil penghitungan KPUD Jatim memenangkan pasangan Karsa dengan selisih suara kurang dari 1 persen.
Label: PERLU DIKETAHUI.....
`cookie stolen @ 02.00

Sutradara: Chris Williams, Byron Howard
Produser: Clark Spencer
Penulis Skenario: Dan Fogelman &Chris Williams
Pemain: John Travolta as Bolt (voice), Miley Cyrus as Penny (voice), Susie Essman, Mark Walton, Malcolm McDowell, Chloe Moretz, Nick Swardson
Film animasi petualangan komedi dari Walt Disney Pictures. Mengisahkan petualangan seekor anjing jagoan bernama Bolt (suara diisi John Travolta). Bolt tergolong anjing yang istimewa. Ia cerdik, memiliki keinginan-tahuan yang besar dan tentu saja pemberani.
Hari-harinya diisi dengan hal-hal yang berbahaya yang memacu adrenalinnya. Ia mengawali petualangannya, ketika ia terjebak di kota New York yang hingar-bingar.
Usahanya untuk kembali bertemu dengan pemiliknya yang seorang pesohor, Penny (Miley Cyrus), menjadi petualangan yang luar biasa. Terlebih ketika ia ditemani dengan dua sahabatnya, kucing rumahan yang loyo Mittens (Susie Essman) dan si hamster Rhino (Mark Walton) yang terobsesi jadi bintang televisi.
Setelah melakukan petualangannya, Bolt akhirnya menyadari bahwa dia tak perlu memiliki kekuatan super untuk menjadi pahlawan. (imdb/aceshowbiz/EH)
Label: BOX OFFICE
`cookie stolen @ 01.52

Mau tahu mengapa niat berlibur keliling Eropa, liburan dengan kapal pesiar, atau membeli apartemen belum terwujud? Ini penyebabnya.
Dosa 1
Belanja ‘Balas Dendam’
Akhir-akhir ini Anda bekerja lebih keras dari sebelumnya. Lembur hampir setiap malam. Pikiran Anda tercurah untuk urusan pekerjaan di kantor. Di saat seperti ini, Anda merasa layak untuk menghadiahi diri sendiri. Menurut Jean Cathzky, saat membeli sesuatu bagi diri sendiri untuk alasan ini, kita cenderung membelanjakan sedikit lebih banyak daripada dalam keadaan normal.
Solusi:
Ada kok cara lebih hemat untuk menghadiahi diri sendiri. Misal, acara melakukan meni-pedi di salon mewah yang menghabiskan uang, bisa diganti dengan mengundang teman-teman dan melakukan ritual meni-pedi di rumah. Lebih hemat dan menyenangkan.
Dosa 2
Belanja Dalam Keadaan Terdesak
Anda akan menghadiri pesta malam ini. Anda butuh baju baru untuk tampil prima di acara pesta. Anda tidak punya banyak waktu untuk memilih barang yang murah dan bagus. Begitu Anda tertarik dengan atasan bagus, Anda langsung membelinya, tanpa melihat harga.
Solusi:
Anda bisa tampil cantik tanpa perlu membeli pakaian baru. Manfaatkan dong, teman atau saudara Anda. Jika koleksi baju teman atau saudara cukup banyak dan bagus, enggak salah kok, sesekali meminjam pakaian mereka. Atau, siasati dengan cara lain. Daripada membeli pakaian baru, lebih baik Anda membeli aksesori yang dapat menunjang pakaian lama Anda. Harga sebuah kalung etnik pasti lebih murah dibandingkan harga dress bertali spagheti.
Dosa 3
‘Lapar Mata’
Niat semula Anda hanya ingin cuci mata. Namun, nafsu Anda tak tertahankan begitu melihat baju seksi itu turun harga hingga 50%. Jadi, tanpa pikir panjang Anda langsung membelinya. Tak tanggung-tanggung Anda membeli dua sekaligus dengan warna berbeda. Anda merasa telah berbelanja bijak karena berhasil mendapatkan barang-barang itu setengah harga.
Solusi:
Bukanlah hal yang bijak jika Anda membeli suatu barang yang tidak Anda butuhkan. Memang, baju itu mungkin menarik di mata Anda, tapi apakah Anda yakin itu akan Anda pakai? Jangan-jangan baju itu bernasib sama dengan teman-temannya yang hanya memenuhi isi lemari Anda di rumah. Jadi, biarpun barang itu turun harga, jika Anda tidak membutuhkannya sebaiknya lupakan saja.
Dosa 4
Berbelanja kala merasa sedih
Bagi sebagian perempuan, pelarian saat patah hati yang tidak merusak adalah belanja. Ini ada benarnya. Karena secara psikologi dan psikiatri, belanja memicu aliran deras dopamin ke otak. Aliran itulah yang dirasakan ketika Anda jatuh cinta. Berbelanja juga bisa mengaktifkan endorfin. Dengan kata lain, tindakan berbelanja biasanya membuat orang merasa lebih baik.
Solusi:
Daripada masa ‘berkabung’ Anda dihabiskan di mal, mengapa Anda tidak alihkan ke gym? Olahraga dan belanja, keduanya sama-sama mengaktifkan endorfin yang membuat rasa bahagia, bukan?
Dosa 5
“Jika Teman Punya, Mengapa Saya Tidak?”
Teman-teman Anda mempunyai boot baru, masak Anda tidak punya? Rekan di kantor baru saja membeli kacamata hitam besar dengan mode yang up to date, dan Anda merasa perlu untuk memilikinya.
Solusi:
Anda boleh berkompetisi dalam hal belanja, namun, alangkah baiknya jika yang Anda kompetisikan adalah tujuan yang lebih besar. Misal, Anda berkompetisi untuk membeli apartemen, mobil, atau liburan. Atau Anda bisa saja berkompetisi dalam hal mencari barang-barang vintage yang sama bagusnya dengan barang teman Anda, namun dengan harga lebih miring. Lebih bijaksana, bukan?
Dosa 6
Belanja Pengusir Bosan
Anda merasa bosan dan ingin sesekali menikmati kesenangan. Makanya Anda makan siang di resto mewah, membeli dress baru dan berbelanja barang-barang printilan yang sebenarnya tidak Anda butuhkan.
Solusi:
“Oke, Anda boleh melakukan itu, tapi gunakan uang tunai,” kata Penelope Joye, managing director of Financial Planning di www.superwoman.com. Pasalnya, ketika Anda menggunakan kartu kredit, Anda tidak akan sadar berapa banyak uang yang keluarkan untuk membelanjakan barang-barang itu. Tapi kalau menggunakan uang tunai, Anda bisa membatasi diri. Anda akan berhenti ketika uang di tangan telah habis.
Dosa 7
Terperangkap Sikap Perfeksionis
Anda tidak cukup dengan hanya membeli tas baru. Tapi, Anda merasa butuh membeli barang-barang lain untuk menyesuaikan dengan tas baru itu. Ya, Anda merasa perlu membeli sepatu, anting, pakaian, yang senada dengan tas.
Solusi:
Anda perlu memberi batasan dalam berbelanja. Misal, Anda bisa menganggarkan dana setiap bulan untuk memenuhi keinginan Anda itu. Berhentilah jika dana yang Anda anggarkan telah habis. Anda bisa berbelanja lagi di bulan berikutnya dengan anggaran baru. Selain itu, kurangilah pos-pos yang Anda anggap kurang penting, misal, acara ngopi-ngopi, nonton, makan di luar, dan sebagainya.
Label: attention.......
`cookie stolen @ 01.49